Lion Air JT610 Memang Ada Masalah Teknis Sebelum Terbang

Lion Air JT610 Memang Ada Masalah Teknis Sebelum Terbang

Lion Air JT610 Memang Ada Masalah Teknis Sebelum Terbang. Beberapa serpihan serta beberapa barang dari penumpang pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang sudah diketemukan. Pada saat yang sama, pihak Lion Air menyatakan bahwa pesawat Lion Air JT610 masih tetap baru serta wajar terbang walau sempat alami permasalahan tehknis.

BACA JUGA : Gunung Bergoyang, Ini Video Siva Aprilia Mendadak Viral

“Kami temukan diantaranya KTP serta paspor, tas serta barang lainnya punya penumpang, dan serpihan serta potongan tubuh pesawat,” kata Mayjen Nugroho Budi Wiryanto, Deputi Operasi Basarnas, dalam jumpa wartawan di kantor Basarnas di Jakarta. Selain itu Direktur Lion Air menjelaskan, sangat awal untuk menyangka pemicu kecelakaan.

“Kami tidak dapat berspekulasi, sebab ini tersangkut nyawa manusia,” kata Edward dalam jumpa wartawan di Bandara Soekarno Hatta.

“Akan tetapi kami tegaskan, pesawat dalam kondisi wajar terbang, telah dicheck beberapa insinyur kami. Memang sempat ada permasalahan tehknis, tetapi telah diatasi,” tuturnya. Dia menambahkan, permasalahan tehknis adalah perihal biasa untuk pesawat serta mesin apa pun, akan tetapi telah diatasi dengan baik.

Lion Air JT610 Memang Ada Masalah Teknis Sebelum Terbang

Perairan di tempat yang diprediksikan jatuhnya pesawat, terlihat penuh dengan serpihan kecil. Begitu juga, kata Deputi Operasi Basarnas, selama ini yang diketemukan baru serpihan kecil. “Belumlah berarti, belumlah ada tubuh pesawat yang penting,” kata Nugroho. Karena itu, “Kami telah turunkan team untuk lakukan penyelaman di perairan Tanjung Karawang, untuk temukan korban,” sambungnya. Kedalaman di perairan itu seputar 30-35 mtr., jadi dapat diselami, lebih Nugroho kembali.

Basarnas mengerahkan belasan kapal serta beberapa ratus petugas pencari ke perairang Teluk Karawang, seputar tempat jatuhnya pesawat. Beberapa perahu karet ikut di turunkan untuk mendekati satu titik penelusuran. Sepatu bayi yang mungil ikut diketemukan mengambang diatas permukaan laut bersama dengan beberapa benda pribadi yang bercampur dengan serpihan pesawat. Dalam pesawat Lion Air JT-601 itu memang ada dua penumpang bayi.

Ada tiga kantung jenazah di kapal itu, yang telah di isi anggota badan yang diketemukan. Sesaat kapal yang lain tengah dalam perjalanan membawa satu kantung jenazah kembali. Dek Kapal Basudewa dipenuhi beberapa barang penemuan team pencari. Team penyelam ikut di turunkan lakukan penelusuran di kedalaman laut, sesaat beberapa perahu karet menyisir beberapa benda yang terikut angin, tidak jauh dari tempat yang diprediksikan tempat jatuhnya pesawat.

Serpihan-serpihan serta beberapa benda itu terlihat berantakan memanjang diatas permukaan laut. Kapal pencari silih bertukar merapat ke Kapal Basudewa untuk menghimpun temuannya. Sampai jam 14.10, telah ada empat kantung jenazah diatas dek kapal, untuk dibawa ke arah Posko Basarnas di Jakarta.

BACA JUGA : Apa Kabar Status Perkara Luna Maya dan Cut Tari?

Pesawat Lion Air JT610 masih pesawat BARU

Pesawat dengan register PK-LQP type Boieng 737 MAX 8, yang termasuk begitu baru. Pesawat ini bikinan 2018 serta baru dioperasikan oleh Lion Air semenjak 15 Agustus 2018, serta baru melakukan 800 jam terbang. Pesawat itu baru dioperasikan bulan Agustus, kata jubir Lion Air, Danang Mandala Prihantoro.

“Penerbangan Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng ke arah Pangkalpinang … sesudah 13 menit mengudara, pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052″ E 107′ 06.628″ (seputar Karawang),” kata Direktur Lion Air, Edward Sirait, dalam jumpa wartawan mereka. Pesawat itu di pimpin Kapten pilot Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama dengan enam awak kabin serta tiga pramugari yang tengah melakukan kursus.

“Kapten pilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang serta copilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang. Kedua-duanya ialah poilot yang begitu memiliki pengalaman, ikut dalam menerbangkan pesawat ke luar negeri,” kata Edward Sirait juga.

“Ini pesawat baru, kami terima dari Boeing awal Agustus, serta dioperasikan pada 15 Agustus. Jadi masih tetap begitu baru.”

Badan SAR selama ini mengirim 10 regu pencari dengan 12 kapal. Tempat diprediksikan 23 mil laut jauhnya dari Posko Basarnas. Pesawat Lion Air dengan nomer penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dilaporkan hilang kontak sekejap sesudah terlepas landas pada Senin (29/10) pagi. Boeing meluncurkan pesawat mode 737 Max tahun kemarin sambil mengaku pesawat ini lebih senyap serta lebih irit bahan bakar daripada mode awal mulanya, yakni 737. Lion Air JT610 Memang Ada Masalah Teknis Sebelum Terbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *