Syachrul Anto Sosok Pahlawan di Tengah Evakuasi Lion Air JT610

Syachrul Anto Sosok Pahlawan di Tengah Evakuasi Lion Air JT610

Syachrul Anto Sosok Pahlawan di Tengah Evakuasi Lion Air JT610. Syachrul Anto gugur di dalam pekerjaan mulia, dalam misi kemanusiaan mengevakuasi puing Lion Air JT610 serta 189 orang yang berada di dalamnya. Tanjung Karawang cuma satu diantara rekam jejaknya selama menjadi relawan. Anggota Indonesia Diver Rescue itu awal mulanya ikut terjun dalam penelusuran korban pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata. Bahkan juga sebelum masuk dengan team Basarnas dalam evakuasi Lion Air, dia baru pulang dari Palu, untuk menolong korban gempa serta tsunami disana.

BACA JUGA : Gunung Bergoyang, Ini Video Siva Aprilia Mendadak Viral

Diagnosa Syachrul Anto wafat karena dekompresi, masalah yang menjadi momok tiap-tiap penyelam.

“Diperkirakan dekompresi sebab tekanan, tidak mengerti waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima mtr, berhenti dahulu, sampai muncul (ke permukaan), ia mungkin langsung,” kata Dansatgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto. Jenazah Syachrul Anto sekarang sudah disemayamkan di kampung halamannya di Surabaya, Jawa Timur. Akan tetapi, jasanya tidak akan dilupakan.

Syachrul Anto Sosok Pahlawan di Tengah Evakuasi Lion Air JT610

Tidak cuma diberitakan media di Indonesia, berita wafatnya Syachrul Anto di dalam evakuasi Lion Air ikut menebar ke beberapa penjuru dunia. Situs berita Singapura, Channel News Asia membuatkan artikel dengan judul, “Diver dies during search mission for crashed Lion Air plane”. Di sisi lain ada Media India, First Post membuat artikel berjudul, “Indonesia Lion Air flight crash: 48-year-old diver dies while searching for bodi parts, debris in Java Sea”.

BACA JUGA : TKW Berhijab Pamer Makan Babi Jadi VIRAL

Tidak tertinggal, situs The Wall Street Journal mengupload artikel berjudul, “Indonesian Diver Dies in Recovery Operations for Lion Air Jet”.

Dalam artikel berjudul, Lion Air: Indonesian rescue diver dies while searching for victims of jet crash near Jakarta, situs ABC Australia mengutarakan, team penyelam miliki peranan penting untuk mengevakuasi awak ataupun penumpang yang kemungkinan masih berada di pesawat yang alami kecelakaan pada Senin 29 Oktober 2018, dalam perjalanan dari Jakarta ke arah Pangkalpinang.

“Ikut untuk temukan apakah yang telah terjadi pada pesawat Boeing 737 MAX itu, yang celaka pada Senin pagi di Laut Jawa, 13 menit sesudah terlepas landas dari Jakarta,” demikian dimuat abc.net.au. Gugurnya Syachrul Anto di dalam pekerjaan selama ini ikut diberitakan banyak media lainnya, dari beberapa benua: Asia, Australia, Amerika Serikat, Eropa. Tidak cuma mengevakuasi jasad, yang banyaknya sampai 73 kantung jenazah pada Sabtu 3 November 2018, beberapa penyelam ikut berjasa mengusung puing-puing pesawat, termasuk juga instrumen perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) yang didapatkan pada Kamis kemarin.

BACA JUGA : Netizen Menyarankan Younglex Suntik Putih ?

Sekarang, mereka tengah berusaha untuk memperoleh kotak hitam ke-2, cockpit voice recorder (CVR) yang merekam pembicaraan yang terjadi di kokpit antara pilot dengan petugas menara kontrol (ATC). Apakah yang dikerjakan Syachrul Anto serta beberapa penyelam lainnya benar-benar mengagumkan…

Syachrul Anto, anggota team evakuasi serpihan serta penumpang Lion Air JT610, gugur dalam pekerjaan. Dia sudah sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jumat malam, 2 November 2018. Syachrul Anto Sosok Pahlawan di Tengah Evakuasi Lion Air JT610.

Syachrul Anto Sosok Pahlawan di Tengah Evakuasi Lion Air JT610

Ungkapan duka yang sangat dalam muncul dalam account facebook Syachrul Anto. Perkataan itu bertuliskan :

Allah lebih cinta kepadamu Sayangku, pahlawanku, imamku…. Nantikan saya di jannah-Nya Insya Allah…. terima kasih kasih sayang, tuntunan serta didikanmu. Insya Allah kami lanjutkan dedikasimu dalam kemanusiaan. Laa khaula wala kuwwata Illa Billah …Innalilahi wainailaihi rojiun…Minta dibukakan pintu maaf semua kekeliruan almarhum.

Pesan itu ditulis sang istri…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *